Sahabat macam apa dia
Membuat aku terpaut setengah gila mengharap dia tahu tentang apa yang aku rasa
Membuat aku ditertawakan sahabatku yang lain karena rasa yang aneh ini
Membuat aku harus menutup mulut untuk tidak mencurhatkan perasaan ini pada teman2ku
Membuat aku tersenyum malu saat bertabrak tatapan dengan dia
Membuat aku bersemu merah bila tanpa sengaja temanku membicarakan dia
Membuat aku tak mampu menepis rasa cinta yang tiba2 datang tanpa diundang.
Minggu, 08 November 2009
Wajah Terlelapnya Kunikmati Pagi Ini
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku ucapkan 'selamat pagi, Sayang'
lalu mendaratkan 3 kecupan manisku untuk bibirmu yang masih terkatup.
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku membayangkan saat seperti ini bisa kunikmati selamanya
tidak hanya untuk pagi ini saja
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku berdoa dengan sungguh pada Pemilik langit dan bumi
agar aku dapat menjadi pemilik dirimu seutuhnya selamanya
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku membayangkan menjadi orang yang membawa surga ditelapak kakiku bagi anak2mu
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku berdoa, aku bangun harapan tentang kamu
tentang kamu...tentang kamu...yang wajah terlelapnya kunikmati pagi ini
aku ucapkan 'selamat pagi, Sayang'
lalu mendaratkan 3 kecupan manisku untuk bibirmu yang masih terkatup.
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku membayangkan saat seperti ini bisa kunikmati selamanya
tidak hanya untuk pagi ini saja
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku berdoa dengan sungguh pada Pemilik langit dan bumi
agar aku dapat menjadi pemilik dirimu seutuhnya selamanya
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku membayangkan menjadi orang yang membawa surga ditelapak kakiku bagi anak2mu
Sambil menikmati wajahmu yang masih terlelap,
aku berdoa, aku bangun harapan tentang kamu
tentang kamu...tentang kamu...yang wajah terlelapnya kunikmati pagi ini
Janji Terakhir
Saat hari ini aku minta padamu bahwa ini adalah pertemuan terakhir,
Sesungguhnya itu dengan berat hati
Karena aku masih tak rela bila tak dapat bertemu denganmu lagi
Mungkin masih ada di benakmu,
Beberapa kali kita berjanji akan pertemuan sebelumnya sebagai pertemuan yang terakhir
Tapi selalu saja teringkari begitu saja
Saatnya kita untuk dengan sungguh mencoba buka hati untuk yang lain
Mungkin dengan begitu kita dapat untuk tidak mengingkari janji kita
Janji bahwa hari ini adalah pertemuan terakhir kita
Sesungguhnya itu dengan berat hati
Karena aku masih tak rela bila tak dapat bertemu denganmu lagi
Mungkin masih ada di benakmu,
Beberapa kali kita berjanji akan pertemuan sebelumnya sebagai pertemuan yang terakhir
Tapi selalu saja teringkari begitu saja
Saatnya kita untuk dengan sungguh mencoba buka hati untuk yang lain
Mungkin dengan begitu kita dapat untuk tidak mengingkari janji kita
Janji bahwa hari ini adalah pertemuan terakhir kita
Tak ingin bercinta denganmu lagi
Bercinta...
tapi kau tak dapat menjawab
apa yang membuat kau menginginkannya
Bercinta...
karna sayang atau sekedar nafsu,
kau pun tak dapat menjawabnya
Bercinta...
untuk apa lagi
kalau sudah tak menghadirkan rasa haru
Bercinta...
tak perlu lagi kita jalani
sudah percuma
Bercinta...
mungkin bukan ingin dengan dirimu lagi
mungkin dengan yang lain yang bisa menghadirkan rasa haru itu
Jumat, 06 November 2009
Tak butuh dirimu lagi
Cukup sudah
Kini saatku untuk hentikan semua airmata karenamu
Karena kini aku menyadari
Terlalu berharga airmataku untuk dirimu
Kini aku sadari
Dirimu tak pantas untuk aku tangisi
Pergi saja dirimu dari waktuku
Pergi saja dari kenanganku
Bahkan bayanganmu pun tak ingin lagi kuundang hadir dalam benakku
Pergi, pergi saja, hahaha...
Aku tak butuh dirimu lagi
Cukup sudah
Kini saatku untuk hentikan semua airmata karenamu
Karena kini aku menyadari
Terlalu berharga airmataku untuk dirimu
Kini aku sadari
Dirimu tak pantas untuk aku tangisi
Pergi saja dirimu dari waktuku
Pergi saja dari kenanganku
Bahkan bayanganmu pun tak ingin lagi kuundang hadir dalam benakku
Pergi, pergi saja, hahaha...
Aku tak butuh dirimu lagi
Cukup sudah
Kenapa Jatuh Cinta?
Jatuh Cinta,
Satu hal yang tak pernah bisa aku mengerti
Kenapa bisa merasakannya?
Kenapa harus merasakannya?
Kenapa indah bila merasakannya?
Kenapa sakit juga bila merasakannya?
Kenapa datang seiring dengan rasa ingin memiliki?
Kenapa juga harus merelakan bila tak dapat memilikinya?
Kenapa Jatuh Cinta?
Satu hal yang tak pernah bisa aku mengerti
Kenapa bisa merasakannya?
Kenapa harus merasakannya?
Kenapa indah bila merasakannya?
Kenapa sakit juga bila merasakannya?
Kenapa datang seiring dengan rasa ingin memiliki?
Kenapa juga harus merelakan bila tak dapat memilikinya?
Kenapa Jatuh Cinta?
Langganan:
Komentar (Atom)
Perkataanmu belakangan ini agak terlalu kasar, kanjeng ratu. Mungkin sudah saatnya melihat kembali apa yang pernah dipelajari Tentang berk...
-
Setengah mati aku merindukanmu Setengah lagi aku coba untuk melupakanmu Setengah hatiku ingin aku membencimu Setengah lagi masih aku men...
-
Cukup sudah Kini saatku untuk hentikan semua airmata karenamu Karena kini aku menyadari Terlalu berharga airmataku untuk dirimu Kini...