Saat tengah asik memilih aksesoris Natal bersama 2 orang temanku di sebuah mal, tiba-tiba ada seorang Bapak yang mengajak kami berbincang. Saat kulihat wajahnya, dalam hati berteriak, ITU BAPAK! Lalu aku berkata kepadanya, 'Bapak!' Tapi dia menjawab, 'Bukan, siapa?' Tapi aku sangat yakin itu Bapakku dan lagi aku berkata padanya dengan penuh memohon, 'Bapak, peluk aku, Pak!' Dan lagi Bapak itu berkata sambil pergi meninggalkan aku, 'Bukan!' Aku berlari mengejarnya sampai tak lagi tampak.
Dan akupun terbangun oleh suara alarm, jam 07.45 pagi.
Tersedu bingung, bertanya mengapa Bapak tak mau memelukku, mengapa Bapak berlari dariku? Terbayang semua kenakalan yang telah kuperbuat sebelum kepergiannya 10 tahun yang lalu. Apakah Bapak semarah itu padaku? Bapak, jangan marah donk. Katanya aku ini anak yang paling kamu sayangi, dan sedunia bisa lihat kau menyayangiku dengan amat berlebihan. Aku hanya minta dipeluk aja ko'. Please...! Peluk aku, Bapak! Kalaupun itu hanya dimimpi, tapi cukup dapat mengobati rasa kangen aku padamu di Sorga sana.
Miss you and love you, always, Bapak.
-SST-
20 Desember 2013, mendekati hari ke 10 tahun kepergianmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar