Dya masih saja setia menunggu satu kalimat dari Dio. Berhari2 ngga pernah ada waktu Dya untuk ngga menunggu kalimat itu. Juga setiap hari Dya pasti membicarakan tentang Dio (mungkin matanya si Dio setiap hari kedut-kedutan tuch gara2 diomongin mlulu sama Dya). Dan mungkin juga temen2 Dya sudah bosen untuk dengerin semua cerita Dya tentang Dio dan juga cerita tentang besarnya harapan Dya untuk Dio mengatakan satu kalimat itu.
Penantian itu sendiri dimulai sejak Dya merasa kalau Dio memiliki perasaan yang sama (cuma perasaan Dya doank kali yach?). Memang belum segala cara dilakukan Dya agar Dio mau mengatakannya. Tapi kalau mau dijabarkan, banyak hal yang cukup ANEH dan TOLOL yang sudah dilakukan Dya agar Dio mau mengatakannya. Sampai2 Dya merasa kalau dirinya punya bakat untuk jadi seorang PSYCHOPATH ;p.
Baru kali ini Dya bisa jadi sesabar ini menunggu, padahal cuma nunggu satu kalimat dari Dio. Dya terlanjur merasa kalo Dio adalah satu-satunya yang Dya inginkan saat ini (ngga tau dech ntar ato besok mau apa). Ya ampyuuunnnn, seorang Dya akhirnya rela bersabar menunggu satu kalimat dari seorang Dio.
Ya...Dio, manusia berwujud laki-laki yang sangat jauh melenceng dari laki-laki idaman Dya selama ini. Sangat sangat sangat jauh, dari segala sisi. Dya selalu mengagumi laki-laki dengan postur tinggi dan tidak kurus, tapi Dio.....semua teman Dya bahkan mengatakan kalau Dio itu CUNGKRING. Dya selalu menyukai laki-laki yang bisa dan suka diajak berbicara mengenai banyak hal, tapi Dio..... Dya tahu kalo Dio memang tahu banyak hal tapi tidak untuk diajak bicara. Itu baru sedikit hal yang melenceng, masih banyak lagi kalo mau dijabarin.
Jadi kenapa Dya masih tetap setia menunggu Dio mengatakan satu kalimat itu?
( SERIA-18Oct2008)
Penantian itu sendiri dimulai sejak Dya merasa kalau Dio memiliki perasaan yang sama (cuma perasaan Dya doank kali yach?). Memang belum segala cara dilakukan Dya agar Dio mau mengatakannya. Tapi kalau mau dijabarkan, banyak hal yang cukup ANEH dan TOLOL yang sudah dilakukan Dya agar Dio mau mengatakannya. Sampai2 Dya merasa kalau dirinya punya bakat untuk jadi seorang PSYCHOPATH ;p.
Baru kali ini Dya bisa jadi sesabar ini menunggu, padahal cuma nunggu satu kalimat dari Dio. Dya terlanjur merasa kalo Dio adalah satu-satunya yang Dya inginkan saat ini (ngga tau dech ntar ato besok mau apa). Ya ampyuuunnnn, seorang Dya akhirnya rela bersabar menunggu satu kalimat dari seorang Dio.
Ya...Dio, manusia berwujud laki-laki yang sangat jauh melenceng dari laki-laki idaman Dya selama ini. Sangat sangat sangat jauh, dari segala sisi. Dya selalu mengagumi laki-laki dengan postur tinggi dan tidak kurus, tapi Dio.....semua teman Dya bahkan mengatakan kalau Dio itu CUNGKRING. Dya selalu menyukai laki-laki yang bisa dan suka diajak berbicara mengenai banyak hal, tapi Dio..... Dya tahu kalo Dio memang tahu banyak hal tapi tidak untuk diajak bicara. Itu baru sedikit hal yang melenceng, masih banyak lagi kalo mau dijabarin.
Jadi kenapa Dya masih tetap setia menunggu Dio mengatakan satu kalimat itu?
( SERIA-18Oct2008)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar