Masih dapat aku ingat saat kau datang padaku dan memintaku untuk merajut janji hati denganmu.
Sempat aku ragu untuk mengatakan 'YA', namun sosokmu begitu meyakinkan dan tampak begitu sempurna untukku.
Bayangan akan indahnya menjalani masa depan hidupku bersamamu yang akhirnya membuat aku mantap untuk merajutkan janji hati kita.
Bertahun sudah aku menapaki cinta kita.
Demi tetap terajutnya janji hati, akupun selalu berusaha untuk bisa menjadi seperti wanita yang kauinginkan. Meredam segala egoku demi terciptanya kemesraanmu. Melakukan segala yang kau katakan agar tak ada perselisihan.
Hingga saat itu kau bilang kau harus pergi ke seberang sana demi keluargamu. Kau bilang hanya pergi sebentar, 3 minggu saja katamu. Kau juga berjanji akan kembali lagi kesini untuk aku. Aku terpaksa merelakan kau pergi, walau aku tahu aku pasti akan merana karena harus menahan rasa rindu selama itu. Aku amat sangat percaya dan yakin bahwa kau akan kembali untuk aku.
Hanya bayangan kemesraan kita saat kau kembali nanti yang menguatkan aku agar tidak cengeng dalam menjalani perasaan rindu aku padamu.
Meski hanya dengan mendengar suara yang berseberangan, kita lalui jarak dan waktu dengan gelora cinta yang sedang menahan rindu.
Waktu 3 minggu pun berlalu, kaupun sudah kembali meski belum kita saling bertemu.
Tak sabar aku ingin segera meluapkan rasa rindu ini, ingin segera bertemu dengan kamu sang kekasih hati tercinta.
Namun kau bilang kau masih sibuk dengan urusanmu. Tak ada tanya, karena aku sangat percaya pada semua yang kau katakan.
Sampai akhirnya kau kirim pesan kepadaku bahwa kau sudah menikah. Bahwa ternyata kau pergi ke seberang sana adalah untuk menikah.
Kamu pasti bercanda, itu pikirku saat itu.
Bagaimana mungkin aku bisa percaya, karena kau masih begitu mesranya padaku saat kau di seberang sana, dan kau masih merencanakan dan menjanjikan banyak hal indah yang akan kita berdua jalani saat kau kembali dari seberang.
Tapi ternyata itu adalah benar-benar terjadi, itu adalah kenyataan yang mau tidak mau harus aku terima.
Bagaimana mungkin kau bisa melakukan ini padaku.
Lalu, bagaimana dengan janji hati kita???
*Written by SST*
-3 Nov 11-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar